Sabtu, 15 Juni 2013

Karya Tulis Ke Balai Inseminasi Buatan

KARYA TULIS BALAI INSEMINASI BUATAN LEMBANG - BANDUNG Karya Tulis ini Disusun dan Diajukan untuk Memenuhi Tugas Portofolio SMA N 1 Bantarsari Tahun Pelajaran 2012/2013 Disusun Oleh: Nama : Siti Chalimah No Induk : 110741 Kelas : XI IPA II PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA SMA NEGERI 1 BANTARSARI TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013 PENGESAHAN Karya tulis ini telah diajukan dan disahkan untuk memenuhi tugas portofolio di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bantarsari tahun ajaran 2012 / 2013 yang disahkan pada : Hari : Tanggal : Tempat : Mengetahui, Bantarsari, Februari 2013 Kepala Sekolah, Guru Pembimbing, Mokhamad Unggul Wibowo, M.Pd. Susanti, S.Pd NIP. 19700710 199702 1 003 NIP.-   PERSEMBAHAN Karya tulis ini penulis persembahkan kepada : 1.Mokhamad unggul Wibowo, M.Pd, selaku Kepala SMA Negeri 1 Bantarsari. 2.Bapak dan Ibu guru yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis. 3.Kedua orang tua yang senantiasa memberikan dukungan dan doa serta telah membiayai sekolah dengan kerja kerasnya. 4.Siswa – siswi SMA Negeri 1 Bantarsari yang tercinta. 5.Sahabat – sahabatku yang telah membantu dalam penulisan Karya Tulis ini. 6.Pembaca yang budiman yang menaruh perhatiannya untuk membaca karya tulis ini.   MOTTO 1. Kebijakan dan kebajikan adalah perisai terbaik. 2. Hanya kebodohan yang meremehkan pendidikan. 3. Menunggu kesuksesan adalah tindakan sia – sia yang bodoh. 4. Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati anda. 5. Jadikanlah kekecewaan masa lalu menjadi senjata sukses dimasa depan. 6. Tidak pernah ada kata gagal bagi manusia – manusia yang terus berusaha. Kegagalan hanya hadir saat manusia – manusia sudah berhenti untuk mencoba. 7. Meratapi kegagalan adalah bukti kelemahan hati seorang manusia. 8. Kesempurnaan itu bukannya tanpa retak, tanpa cacat, tetapi kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. 9. Keyakinan adalah kunci yang menjadi faktor utama dalam sebuah keberhasilan. 10. Hanya layang – layang yang menentang angin yang mampu berkibar tinggi di angkasa. 11. Ilmu dan kebijaksanaan itu adalah sahabat yang setia dalam hidup ketika nafas terlepas dari badan. 12. Berfikir sebelum berbuat adalah satu kebijaksanaan, berfikir setelah berbuat adalah satu kebodohan, sementara berbuat tanpa berfikir adalah seribu kebodohan. 13. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilaksanakan, kamu dapat melangkah dengan baik dalam kehidupannya sampai kamu melupakan kegagalan dan rasa sakit hati. 14. Orang sukses bukan karena memiliki keberanian untuk mengambil resiko. Mereka sukses karena bisa mengantisipasi resiko. 15. Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka bila merasa takut anda mempunyai kesempatan untuk bersikap berani. 16. Kesalahan seharusnya dijadikan sebagai catatan untuk ke depannya agar tidak mengulangi kesalahan lagi, bukan malah dijadikan sebagai penyesalan. 17. The winner never quit, and quitter never win. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan rahmat dan karunia – Nya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini tanpa halangan suatu apapun. Karya tulis ini berisikan tentang laporan studi lapangan ke Balai Inseminasi Buatan, dengan judul “ Karya Tulis Balai Inseminasi Buatan Lembang Bandung ”. Karya tulis ini dapat tersusun dan terlaksana berkat kerjasama dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1.Mokhamad Unggul Wibowo, M. Pd, selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bantarsari yang telah memberi izin kepada penulis untuk melakukan study wisata ke kota Bandung. 2.Susanti, S. Pd, selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan sehingga Karya Tulis ini dapat terselesaikan. 3.Drs. Yohanes Sunarta, selaku wali kelas yang telah memberikan semangat dan dukungannya. 4.Ayahanda dan Ibunda tercinta yang selalu memberikan dukungan serta doa – doanya. 5.Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan pembuatan Karya tulis ini. Adapun tujuan dari Karya tulis ini adalah guna untuk memenuhi tugas portofolio di SMA Negeri 1 Bantarsari dan untuk menambah wawasan dan kreatifitas menulis siswa. Penulis menyadari dalam susunan karya tulis ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya butuhkan demi perbaikan pada penyusunan Karya Tulis yang akan mendatang.Bantarsari, Februari 2013 Penulis, DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL..................................................................................... i PENGESAHAN............................................................................................ ii PERSEMBAHAN.........................................................................................iii MOTTO.........................................................................................................iv KATA PENGANTAR...................................................................................v DAFTAR ISI..................................................................................................vi BAB I PENDAHULUAN.............................................................................1 A.LATAR BELAKANG................................................................... 1 B.RUMUSAN MASALAH...............................................................1 C.TUJUAN PENULISAN ................................................................2 D.MANFAAT PENULISAN.............................................................2 BAB II LANDASAN TEORI.......................................................................3 A.SEJARAH KOTA BANDUNG………………………………….. 3 B.SEJARAH SINGKAT BALAI INSEMINASI BUATAN………. 3 C.PENGERTIAN INSEMINASI BUATAN……………………….. 4 BAB III PEMBAHASAN............................................................................6 A.BIB SEBAGAI WAHANA WISATA……….............................5 B.PRODUKTIFITAS TERNAK DAN DAN KRITERIA PEMILIHAN SAPI BIBIT…………………. 5 C.CARA MEMPRODUKSI SEMEN BEKU……………………. 7 BAB IV PENUTUP......................................................................................8 A.SIMPULAN............................................................................8 B.SARAN - SARAN........................................................................8 DAFTAR PUSTAKA...............................................................................9 LAMPIRAN – LAMPIRAN........................................................................10 FOTO – FOTO……………………………………………………..... 11   BAB I PENDAHULUAN A.LATAR BELAKANG Pada hari Minggu, 09 Desember 2012, SMA Negeri 1 Bantarsari mengadakan Studi Wisata ke Bandung yang dilakukan oleh kelas XI IPA/IPS dan merupakan program tahunan sekolah. Tujuannya adalah untuk menambah wawasan siswa dan untuk memenuhi tugas portofoliao SMA Negeri 1 Bantarsari, selain itu juga membawa siswa untuk dapat meningkatkan kreatifitas menulis dalam menyusun laporan hasil studi wisata. Berdasarkan kesepakatan bersama SMA Negeri 1 Bantarsari memilih kota bandung sebagai tempat tujuan untuk mengadakan studi wisata, adapun tempat - tempat bersejarah dan tempat wisata yang dikunjungi antara lain KAA, Museum Geologi, Balai Inseminasi Buatan (BIB), Ciater, dan Cibaduyut. Bandung merupakan kota pegunungan.. Secara astronomis, Indonesia terletak diantara 60 LU – 110 LS dan 950 – 1410BT, artinya bahwa Indonesia beriklim tropis yakni curah hujan yang cukup banyak, temperaturnya tinggi dan tanahnya subur karena proses pelapukan batuan yang cukup cepat. Dilihat secara geografis, Indonesia terletak pada pertemuan 2 rangkaian pegunungan muda, yakni sirkum pasifik dan sirkum mediterania. Hal ini menyebabkan lebih mudah untuk memelihara hewan dan banyak tumbuh – tumbuhan yang sangat subur. Di dalam karya tulis ini penulis akan mendeskripsikan salah satu tempat yang telah dikunjungi yaitu Balai Inseminasi Buatan ( BIB). BIB adalah tempat memproduksi semen beku pada sapi. B.RUMUSAN MASALAH Bertitik tolak pada judul dan latar belakang, maka muncul permasalahan sebagai berikut : 1.Mengapa Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang Bandung terpilih sebagai wisata study tour SMA Negeri 1 Bantarsari ? 2.Apakah yang dimaksud Inseminasi Buatan? 3.Bagaimana Cara Memproduksi semen Beku? 4.Bagaimana cara pemilihan kriteria bibit unggul sapi? C.TUJUAN PENULISAN Tujuan dalam penulisan karya tulis ini yaitu : 1.Agar dapat menambah wawasan pengetahuan siswa tentang Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang Bandung. 2.Agar lebih memahami cara reproduksi sapi di Balai Inseminasi Buatan (BIB). 3.Untuk memenuhi tugas portofolio SMA Negeri 1 Bantarsari. D.MANFAAT PENULISAN Manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan karya tulis ilmiah ini antara lain : 1.Menambah wawasan serta pengetahuan para siswa. 2.Menjadikan bekal untuk belajar lebih maju khususnya dalam bidang Ilmu Pengetahuan. 3.Meningkatkan pengetahuan untuk penyusunan karya tulis. BAB II LANDASAN TEORI A.SEJARAH KOTA BANDUNG Kata "Bandung" berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama "Bandung" diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot. Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya menurut jumlah penduduk. Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan. Banyak terdapat tempat-tempat bersejarah dan tempat wisata yang dapat dijadikan objek sebagai penelitian untuk pendidikan dan dijadikan sebagai wahana wisata untuk liburan atau rekreasi. B.SEJARAH SINGKAT BALAI INSEMINASI BUATAN LEMBANG Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang didirikan pada tahun 1975 dan diresmikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia dan Wakil Perdana Menteri Selandia Baru pada tanggal 3 April 1976. Sebagai BIB pertama di Indonesia, diberi mandat pemerintah untuk memproduksi semen beku ternak sapi perah dan sapi potong, dalam rangka memenuhi kebutuhan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) di Indonesia agar selalu tergantung pada semen baku impor. Dalam perkembangan BIB Lembang sejak berdiri sampai dengan sekarang telah diproduksi semen baku benih unggul lebih dari 31.423.000 dosis yang telah disebarkan ke daerah – daerah pelaksana IB di Indonesia. Saat ini luas keseluruhan lahan BIB Lembang kurang lebih 16,8 ha. Luas bangunan + kandang + jalan kurang lebih 5,7 ha. Luas kebun rumput kurang lebih 11,1 ha. Balai Inseminasi Buatan Lembang merupakan salah satu unit pelaksana teknis Direktorat jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementrian Pertanian yang mempunyai tugas melaksanakan produksi dan pemasaran semen beku benih unggul ternak serta pengembangan Inseminasi Buatan ( IB ). Produksi semen beku adalah salah satu tugas pokok dan fungsi Balai Inseminasi Buatan Lembang. Target semen beku setiap tahun berubah disesuaikan dengan kebutuhan semen beku dilapangan, alokasi dana yang tersedia dan kemampuan produksi akan mengalami fluktuasi tergantung target yang telah ditentukan. Dari berdirinya BIB Lembang tahun 1976 sampai dengan sekarang 2011 telah diproduksi semen beku sebanyak 28.819.306 dosis. Mulai tahun 1984 / 1985 sampai dengan tahun 1990 / 1991 produksi semen beku cenderung terus menurun. Mulai tahun 1991 / 1992 sampai dengan tahun 1993 / 1994 realisai produksi secara drastis karena adanya intruksi Presiden untuk melaksanakan produksi inseminasi buatan secara besar – besaran. Produksi tertinggi pada kurun waktu tersebut pada tahun 1992 / 1993 sebanyak 1.515.340 dosis. Perkembangan produksi semen beku dalam tujuh tahun terakhir menunjukan adanya peningkatan terutama sejak tahun 2009 produksi meningkat secara drastis dan melampaui produksi tertinggi pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2011 realisai tertinggi selama kurun waktu36 tahun sejak BIB Lembang didirikan yaitu capaian produksi yang mencapai 2.600.700 dosis (27,5%) di atas produksi tahun 2010, (64,84% di atas produksi tahun 2009). 123,48% di atas produksi tahun 2008. C.PENGERTIAN INSEMINASI BUATAN Teknologi modern pada zaman sekarang telah mampu mengatasi masalah kemandulan (bagi manusia) dan menghasilkan bibit-bibit unggul (bagi hewan yang dapat menguntungkan manusia), khususnya dalam bidang bioteknologi. Hal tersebut dapat dilakukan diantaranya dengan melalui inseminasi buatan. Dari hasil kemajuan bioteknologi tersebut, sekarang telah tersedia inseminasi buatan, fertilisasi atau pembuatan in vitro dan rahim kontrak. Kemajuan bioteknologi tersebut apabila diterapkan pada dunia hewan, maka akan mendatangkan manfaat dan keuntungan bagi manusia. Namun, jika kemajuan bioteknologi diaplikasikan pada manusia, maka akan menghasilkan dampak yang positif dan dampak yang negatif. Dampak positif dapat diambil dari orang-orang yang telah menikah, tetapi tidak bisa mempunyai anak, maka agar keinginan untuk mempunyai anak dapat terwujud, maka dapat dilakukan dengan melalui bayi tabung atau rahim kontrak. Sedangkan dampak negatifnya yaitu dapat menimbulkan kekacauan dalam sistem keturunan manusia. Maka sejak tahun 1956 dewan gereja di Roma telah mengutuk kegiatan tersebut dengan alasan bahwa inseminasi buatan dapat memisahkan tindakan prokreasi (kasih sayang terhadap anak, dan anak adalah karunia Tuhan yang harus dijunjung tinggi) dan persatuan cinta. Alasan lainnya yaitu kegiatan inseminasi melibatkan tindakan masturbasi yang dibutuhkan untuk mengeluarkan sperma. Sampai sekarang mayoritas para teolog moral masih berpegang pada sikap mengutuk terhadap kegiatan inseminasi buatan yang diterapkan pada manusia. Bagaimanapun juga pewaris sifat genetis yang terjadi pada anak melibatkan pihak ketiga bagi pasangan dalam perkawinan. Hal tersebut akan menimbulkan “celaan biologis” serta menyangkut psikologis anak itu sendiri dalam lingkungan sosialnya. Kenyataannya sekarang, banyak para ahli psikologi yang masih berusaha keras untuk mewujudkan atau mengaplikasikan inseminasi buatan pada manusia. Namun, bagi pasangan suami istri yang akan melaksanakan inseminasi buatan dapat dilakukan atas dasar keputusan bersama guna mewujudkan pernikahan yang harmonis dan bahagia.   BAB III PEMBAHASAN A.BALAI INSEMINASI BUATAN (BIB) SEBAGAI WAHANA WISATA Balai Inseminasi Buatan (BIB) merupakan sentral inseminasi buatan yang tertua di Indonesia. Balai ini berdiri sejak 36 tahun lalu, tentu peranannya bagi dunia peternakan sangat banyak. Visi BIB Lembang adalah menjadi produsen semen beku terdepan pada 2015 yang bersih, efisien, dan berprestasi melalui teknologi Inseminasi Buatan untuk kesejahteraan masyarakat peternak. Adapun misinya yaitu melaksanakan produksi, penyimpanan dan distribusi serta pemasaran semen beku dalam rangka pelayanan prima kepada masyarakat. Menggali potensi penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) melalui optimalisasi pemanfaatan asset dalam menunjang tugas pokok dan fungsi balai. Menyelenggarakan dan menggerakan penyempurnaan teknik dan metode untuk pengembangan inseminasi buatan. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) peternakan melalui pelatihan/ magang/ bimbingan teknis. Mendorong terciptanya peluang dan kesempatan kerja mandiri untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat peternak. Tugas pokok balai yaitu melaksanakan produksi dan pemasaran semen beku benih unggul ternak serta pengembangan inseminasi buatan. Pada perkembangannya BIB dijadikan sebagai wahana untuk melakukan penelitian khususnya oleh siswa-siswi, selain untuk mengetahui jenis-jenis sapi apa sajakah yang ada di BIB tetapi juga untuk menambah pengetahuan siswa tentang reproduksi semen beku, dan untuk mengetahui fungsi dari inseminasi buatan pada sapi. Oleh kare itu BIB dijadikan tempat tujuan untuk studi lapangan SMA Negeri 1 Batarsari. B.PRODUKTIVITAS TERNAK DAN KRITERIA PEMILIHAN SAPI BIBIT Produktivitas ternak dimaksudkan sebagai kemampuan ternak menghasilkan produk tertentu (susu, daging, atau tenaga kerja) yang secara langsung dapat diukur berdasarkan data kuantitatif serta sifat – sifat pendukung untuk berproduksi dan bereproduksi. Produktifitas pejantan secara umum dapat didasarkan atas komoditi yang dihasilkan, yaitu sebagai penghasil susu atau tenaga kerja. Penghasil daging, meliputi bangsa ternak sapi Ongole, Brahman, Simmental, Limousin, Brangus, dan Angus, sedangkan ternak lainnya Domba Garut, Domba Wonosobo dan Kambing Boehr. Penghasil susu meliputi bangsa ternak sapi Freshian Holstein (FH) kambing Peranakan Etawa (PE), kambing Saanen dan kambing Alpine. Produktivitas pejantan yang terukur dapat diketahui bila pejantan yang mempunyai catatan atau register. Catatan ini dapat merupakan catatan produksi pejantan yang bersangkutan, catatan produksi tetuanya (jantan, induk dan tetua lainnya), atau catatan produksi ini maka pejantan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai register bull atau proven bull. Sedangkan bila dirasakan pada performance atau ukuran tubuhnya dapat digolongkan sebagai performance bull. Pejantan – pejantan BIB Lembang diantaranya mewakili ketiga jenis pejantan ini. Pengembangan pembibitan ternak sapi saat ini mulai diarahkan pada peningkatan mutu genetik ternak, sumberdaya ternak, daya dukung wilayah, pengawasan mutu dan penguasaan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas ternak. Untuk mendapatkan bibit sapi yang berkualitas, perlu dilakukan pengawasan mutu bibitsesuai dengan standar pemilihan dan penilaian sapi. Seleksi atau pemilihan sapi yang akan dipelihara merupakan salah satu faktor penentu dan mempunyai nilai strategis dalam upaya mendukung terpenuhinya kebutuhan daging maupun susu sehingga diperlukan upaya pengembangan pembibitan sapi secara berkelanjutan. Kriteria penilaian ternak sapi untuk dipelihara atau sebagai calon pengganti bibit memerlukan keterampilan khusus terutama untuk melatih pandangan serta penilaian akurat. Keberhasilan pemilihan ternak sapi yang akan dipelihara akan sangat menentukan keberhasilanusaha ternak walaupun semua bangsa dan tipe sapi bisa dijadikan bibit pengganti. Agar diperoleh bibit sapi yang baik, diperlukan bangsa dan tipe tertentu yang laju pertumbuhannya cukup dan mutunya pun bagus serta mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya. Sehubung dengan pemilihan calon bibitternak sapi, maka perlu kita ketahui kriteria dalam aspek pemilihan bibit dan pengukuran sapi. Halini penting, mengingat pada saat peternak melakukan pemilihan diperlukanpengetahuan, pengalaman dan kecakapan yang cukup di antaranya adalah : 1. Bangsa dan sifat genetik Setiap peternak yang akan memelihara dan membesarkan ternak untuk dijadikan calon bibit, pertama – tama harus memilih bangsa sapi yang paling disukai atau telah populer, baik dari jenis sapi impormaupun lokal. Kita telah mengetahui bahwa setiap bangsa sapi memiliki sifat genetik yang berbeda antara satu dengan yang lain baik kemampuannya dalam berproduksi (menghasilkan daging) maupun daya adaptasinya terhadap lingkungan hidup terutama terhadap iklim dan pakan. 2. Kesehatan Sapi yang akan dijadikan sebagai calon bibit harus memiliki kesehatan yang baik. Untuk mengetahui kesehatan sapi secara umum, peternak bisa memperhatikan kondidi tubuh (tubuh bulat berisi, tidak ada eksternal parasit); sikap dan tingkah laku (tegap, keempat kaki memperoleh titik berat sama); pernafasan (bernafas dengan tenang dan teratur); pencernaan (dapat mememahbiak dengan tenang, pembuangan fases dan urine berjalan lancar) dan pendangan sapi (mata cerah dan tajam). Khusus pemasukan bibit sapi impor terutama pernah diatur dalam Surat. C.CARA MEMPRODUKSI SEMEN BEKU Tahapan-tahapan dalam memproduksi semen beku diantaranya yaitu: 1.Mempersiapkan sapi pejantan yang akan diinseminasi yang umurnya 15 – 18 bulan, tingginya 123 cm dan beratnya minimal 350 kg. 2.Persiapan vagina buatan yang suhunya mencapai 420C, vagina buatan ini harus licin, karena itu gunakan vaseline agar licin seperti vagina yang asli. 3. Penampungan semen sapi pejantan, sapi pejantan dan sapi betina disatukan kemudian sapi-sapi itu akan melakukan fisin (pemanasan sebelum kawin), bila penis jantan telah kelihatan merah, tegang dan kencang, maka penis langsung dimasukan ke vagina buatan. 4. Kemudian sperma dalam vagina buatan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. • Bila sperma berwarna hijau, ada kotoran yang terdorong • Bila sperma berwarna merah, segar, venis teriritasi • Bila sperma berwarna cokelat, venis ada yang luka • Bila sperma berwarna krem susu bening, maka itulah sperma yang bagus 5. Penentuan konsentrasi semen segar. 6. Proses pengenceran sperma. 7. Proses filing dan sealing, memasukan sperma ke dalam ministrow isi I strow 0,25 CC. 8. Proses pembekuan.. 9. After throwing dan water intubator test. BAB IV PENUTUP A. SIMPULAN Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: Karya tulis untuk memenuhi tugas portofolio SMA Negeri 1 Bantarsari ini sangat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi penulis, khususnya di bidang Inseminasi Buatan pada sapi. Dengan adanya kegiatan penelitian pada Inseminasi Buatan pada sapi ini dapat memahami cara reproduksi sapi. Menambah wawasan ilmu pengetahuan dan juga memenuhi tugas portofolio di sekolah. Untuk itu dalam hal ini penulis menyusun karya tulis ini sebagai tolak ukur negara kita dalam hal Inseminasi Buatan pada sapi yang dilakukan di Lembang, Bandung. Ini sangat berpengaruh untuk pemasukan kas negara atau keuangan negara. Selain itu juga untuk memenuhi bibit ternak sapi unggul yang selalu mengimpor dari negara lain. Selain hal tersebut juga dapat memajukan Indonesia, mensejahterakan warga Indonesia khususnya di bidang peternakan, Inseminasi pada sapi. B.SARAN - SARAN Berdasarkan simpulan di atas, maka penulis menyarankan : Sebelumnya penulis minta maaf kepada khalayak yang bersangkutan yakni Balai Inseminasi Buatan (BIB). Penulis sangat yakin jikalau BIB ini maju maka apa yang dibutuhkan negara kita dalam hal pembibitan ternak sapi unggul, pembuatan semen beku ini dapat berbuah hasil yang diinginkan yaitu memperoleh keuntungan. Kelancaran yang dilakukan selama beberapa tahun yaitu dari tahun 1976 sampai sekarang ini adalah karena berkat kerja keras, usaha atau upaya, saling kerja sama yang dilakukan oleh para karyawan kompak, disiplin dan pantang menyerah dalam menghadapi hambatan dan rintangan, sehingga membuahkan hasil yang memuaskan. Selain itu dengan apa yang dikaji, digali dan dipelajari apa yang didapat di BIB ini, penulis sangat berharap agar BIB dapat berkembang lebih besar lagi dan semoga tidak hanya memproduksi semen beku pada sapi saja tetapi bisa dilakukan pada binatang yang lain misalnya kerbau, kuda, dan yang lainnya. DAFTAR PUSTAKA Bearden, HJ and Fuquay JW, 1984. Applied Animal Reproduction. 2ndEdition. Reston Publishing Company, Inc. A Prentice-Hall Company. Reston. Virginia. Evans G and MaxwelI WMC, 1987. Salamon’s Artificial Insemination of Sheep and Goats. Butterworths. Sydney. Foote RH, 1980. Artificial Insemination. In Reproduction in Farm Animal 4thEdition. Hafez, E.S.E. (Ed.). Lea and Febiger. Philadelpia. Hafez ESE, 1993. Reproduction in Farm Animai. 6th Edition. Lea and Febiger. Philadelpia Salisbury, G.W dan N.L. Vandemark, 1985, Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan Pada Sapi, diterjemahkan R. Djanuar, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Toelihere MR, 1985. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung. —————–, 1993. Inseminasi Buatan Pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung LAMPIRAN – LAMPIRAN BULL Kode X Y FRTUNER 30695 537 59 FILMORE 30687 2188 258 FORSA 30698 970 116 FOKKER 30697 903 205 FERVENTFILL 30693 164 0 FINERYDAN 30602 112 13 FARREL 30686 264 96 FLAUNT 30694 338 121 Total - 5476 868 Data Total Produksi Semen Beku Sexing FH Tahun 2010 - 2011